Laman

Powered By Blogger

Kamis, 08 Maret 2012

Nightynight, Elena.

Maaf telah mengganggu istirahatmu malam ini.
Lekaslah sembuh.
Aku menulis ini dalam hujan.
Ya, Hujan, Sahabatmu.
Entah kenapa setelah senyum di pertemuan terakhir itu aku jadi seperti ini.
Teringat mungkin.
Puisi itu.
Model kerah kaus itu.
Tiket itu.
Konser itu.
Anak yang mahir beladiri dari negeri tirai bambu itu.
Mafia dari para Ibu bersenjatakan alat penghancur cabai berwarna merah.
Beladiri dari Thai.
Alat musik tenor itu.
Panggilan jabrik itu.
Kejutan kecil dari Bapakitu.
Peluk itu.
Senyum itu.
Mungkin tak semegah kisahmu.
Tak seindahnya pula.
But it’s priceless.
Aku sadar kau membatasi ini.
Atau mungkin Tuhan yang membatasi.
Maaf untuk melanjutkan ini.
Tapi aku mencintaimu sejak Subuh itu.
Dihari pertamaku di Sekolahku yang baru.
Kelas Empat
Sembilan tahun yang lalu.
Dan itu berlangsung sampai sekarang.
Entah kenapa itu tak bisa berhenti.
Setelah sekian hawa  bersamaku.
Subuh itu masih ada.
Mungkin sampai Subuh ini.
Entah.
Maaf :)
Lanjutkan istirahatmu.
Lekaslah sembuh,
Nightynight, Elena.

1 komentar:

Fajar Yulianto mengatakan...

Liat baris ke 16 mas. Ajib tulisan lo bew!

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.